HASIL NOTULENSI

Jumat, 24 Oktober 2008,  Keynote Speaker (Pukul: 09.00 Wib – 11.30 Wib)

 

I.        Pembicara:

Dr. RB Permana Agung, M,Sc (Staf Ahli Bidang Hubungan Kerjasama Ekonomi Internasional), mewakili menteri keuangan Republik Indonesia

 

II.      Ruangan :

Ruang Seminar Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

III.    Topik :

Membangun Ketahanan Ekonomi Nasional Yang Kokoh dan Berkelanjutan Untuk Menghadapi Perubahan Jaman

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)           Krisis keuangan AS dan dampaknya pada ekonomi Indonesia

2)           Dampak Makro pada Indonesia

3)           Langkah Langkah Kebijakan

4)           Antisipasi situasi dan respon Kebijakan         

5)           Bidang Properti adalah salah satu roda  penggerak ekonomi pemerintahan  AS yang besar, dengan syarat persetujuan kredit property yang sangat mudah syaratnya.

6)           Tahun 2007 perubahan peta perekonomian berkembang dengan pesat, dengan dampak:

7)           Meningkatnya harga minyak bumi, menigkatnya komoditas, inflasi mulai naik Maka Bank Central AS Menangani hal ini dengan menigkatkan suku bunga melebihi 60%,yang berakibat pada biaya hidup dan operasi usaha menigkat dan pendapatan tetap sehingga banyak usaha yang menutup perusahaanya dan melakukan PHK. Krisis keuangan AS saat ini tidak dapat di elakan lagi tapi harus di antisipasi dengan menjalankan program yang di bangun oleh pemerintahan AS saat ini.

8)           Implikasi dari krisis keuangan dunia.

         Dengan menurunkan suku bunga dan harga komoditas dan meberikan ikuiditas pada pemerintah harus di usahakan untuk menghadapi krisis dalam negeri. 

9)           Pengaruh trade effect secara makro sejauh ini masih minimal.

10)       Ada 4 bentuk ekonomi integritas

11)       Free trade area

a)     Ciri-cirinya : Negara regional,bersepakat tidak adanya hambatan dalam melakukan perdagangan.

b)     Custome Union : Anggota free trade area melakukan perdagangan dengan negara lain.

12)       Dampak krisis keuangan

         Krisis keuangan AS mulai berdampak pada seluruh dunia tetapi di dalam negara Indonesia juga mengalami:

a)     Melemahnya kinerja Expor Indonesia

b)     Mendorong defisit neraca perdagangan

13)       Dampak terhadap sector rill

a)     Hampir semua buyer AS hold atau default (dialami kakao,kopi,CPO),buyer Eropa    dan Jepang juga tidak mau membuka kontrak baru;

b)     Biaya bunga premi asuransi naik

c)      Biaya transport Cargo naik.

V.     Langkah – langkah kebijakan

1)     Melakukan “exercise” dan berbagi skenario penghitungan sumber pembiayaan dan pengeluaran (deposit) APBN 2009 serta berbagai skenario neraca pembayaran.

2)     Mengurangi financing pemerintah 2009 dari pasar

3)     Langkah mempertahankan BOP yang sehat.

4)     Pemerintah bersama Bank Indonesia untuk tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan likuiditas di pasar keuangan baik di tingkat industri maupun di individual lembaga keuangan.

5)     Mempersiapkan ;

a.      Penyedian stand by loan

b.      Menjajaki pembiayaan langsung

c.      Rasionalisasi belanja pemerintah

6)     Melakukan komunikasi efektif dengan media pelaku pasar.

 

VI.   Sesi Tanya Jawab / Diskusi

Tidak ada sesi tanya jawab

 

 


Jumat, 24 Oktober 2008, Sessi I (Pukul: 13.00 Wib – 15.00 Wib)

 

I.        Pembicara :

Dr. Iman Sugema, MA

(International Center for Applied Finance and Economics- Institut Teknologi Bandung)

 

II.      Moderator :

Drs. I Ketut Nama, M.Si

 

III.    Ruangan :

      Ruang Seminar Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

IV.   Topik :

Membangun Ketahanan Ekonomi Nasional Yang Kokoh dan Berkelanjutan Untuk Menghadapi Perubahan Jaman

 

V.     Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

a)     Latar Belakang:

a)     Domestik Ekonomi

b)     Perekonomian Indonesia :Dari masa kemasa

c)      Membangun kedaulatan Ekonomi

d)     Dukungan dan peran pemerintah

 

b)     Kedaulatan Ekonomi

Dalam kedaulatan ekonomi di indonesia terdapat tiga bidang yaitu;

a)     Bidang food (pangan)

b)     Bidang fuel (energi),segala aktifitas ekonomi memerlukan energi.

c)      Bidang financial (keuangan ).

 

c)      Pengaruh IMF terhadap perekonomian Indonesia terlihat masih dominant  dan jika negar Indonesia ingin mencapai kemakmuran kedaulatan dan kebijakan ekonomi.

1.      Berdaulat dalam membuat kebijakan – kebijakan

-       Bisnis making.

-       IMF di Indonesia dengan menaikan suku bunga sampai 10 % (hanya satu- satunya negara yang mengikuti IMF)

-       Indenpendensi, tidak boleh dipengaruhi Kabinet, parlemen dan pada kenyataanya saat ini BI lebih mendengar saran dari IMF.

 

2.      Dalam pengalokasian sumber daya

-       Macam – macam sumberdaya :

-       Sumber daya keuangan  berasal dari Pemerintah dan masyarakat.

-       Dalam bidang: Sumberdaya alam

-       Di bidang MIGAS, UU MIGAS 2001/2002 melakukan liberalisasi sector migas, tidak mempunyai kewenangan terhadap MIGAS (terhadap pasal 33) sekitar 85% dari tambang MIGAS asing (dari pemerintah)

 

d)     Bidang Finansial

Kepanikan krisis financial saat ini banyak memberikan kepanikan pada pengusaha dalam negri khususnya, karna hingga saat ini banyak beberapa negara yang terkena imbas dari krisis keuangan di Amerika Serikat.

Banyak negara yang tidak mempunyai hubungan dengan Amerika Serikat juga ikut terbawa suasana krisis sehinga menjadi krisis global

 

e)     Hal yang membuat krisis keuangan berkembang ialah :

-       Karena mempunyai masalah yang di hadapi oleh Amerika serikat

Contoh yang terjadi pada Inggris dan Spanyol terutama di sector property, Rusia dan negara lainnya. Disebabkan oleh kredit “sub prime” ,Sedangkan di Indonesia sector property tidak begitu banyak

-       Negara yang memiliki hubungan financial terhadap Amerika Serikat terlalu dekat. seperti dalam bidang Pasar Modal dan Uang Internasional.

o       Amerika Serikat disebut negara low saving country disebabkan karena banyak dari warga negara Amerika Serikat yang tidak menabung karena bunga yang rendah dan inflasi yang tinggi.   

o       Tidak banyaknya masyarakat di Amerika yang menabung dan lebih banyak yang memulai kredit property.

 

f)       Beberapa faktor penyebab imbas dari krisis global terhadap Indonesia:

1.)   Sebagian besar dari industri asuransi (90%) dikuasai oleh pihak asing oleh karena itu perusahaan pusatnya kolep dan  kemungkinan besar menaikan likuiditas Indonesia.

2.)         Sektor perbankan 60% dikuasai oleh pihak asing dan Indonesia kekurangan likuiditas

3.)   Karena harga – asset turun,kredit workines  perusahaan jadi berkurang yang terjadi orang tidak melakukan kredit ke perusahaan tersebut.

4.)   Sektor rill Bank Indonesia LC setelah dibayar dengan proses 3 minggu menjadi 3 bulan dan harus menunggu barang expor

5.)   Ketika terjadi krisis keuangan tahun 1997/1998 dengan melakukan resesi

6.)   Rill sektor pada akhirnya akan berpengaruh pada Indonesia akan berlangsung sampai tahun 2010.

 

VI.   Langkah – langkah kebijakan

1)     The Government Is Here (Kehadiran Nyata pemerintah)

- Pemerintah memiliki dua kekuatan utama dalam mengarahkan perekonomian nasional untuk mewujudkan cita-cita dan amanat konstitusi yaitu: politik anggaran dan fungsi pengaturan

-   Politik anggaran: secara langsung memiliki pengaruh terhadap besaranbesaran ekonomi dan arah pembangunan melalui pengalokasian anggaran

- Pengaturan: mencakup segala tingkatan regulasi dan diskresi (kebijakan ad hoc) yang dimaksudkan untuk mengarahkan penggunaan sumberdaya ekonomi dan non-ekonomi untuk mencapai sasaran yang diinginkan

2)     Politik Anggaran

-       Fungsi alokasi: melalui anggaran kita bisa mempengaruhi bagaimana alokasi sumber daya dilakukan oleh para pelaku ekonomi

-       Fungsi redistribusi: dengan anggaran emerintah dapat melakukan redistribusi endapatan maupun aset

-       Fungsi stabilisasi: anggaran dapat dijadikan nstrumen untuk menjaga stabilitas erekonomian

 

3)     Pengaturan

-       Selain melalui anggaran, negara memiliki kekuatan untuk engarahkan perekonomian menuju titik yang diinginkan mlalui fungsi pengaturan

-               Pengaturan memiliki dua dimensi: perangkat regulasi dan perangkat diskresi

-       Perangkat regulasi: UUD, Perpu, UU, Perpres, Kepmen, Perda, dll

-       Perangkat diskresi: segala kebijakan yang secara situasional dianggap perlu walaupun tidak tercantum dalam peraturan dan perundang perundangan.

 

VII.       Sesi Tanya Jawab / Diskusi

1)     Nama  : Hariyadi

   Dari     : Universitas Bina Nusantara, Jakarta

 

Mengapa negara Indonesia tidak memulai dari awal seperti negara lain dengan untuk memulai system financial yang baru ?

 

Jawaban: Contoh negara yang diperkarsai Liberalisme yaitu negara Rusia, Colombia, Venezuela. Proses liberalisasi pada Amerika Latin menjadikan pandangan bagi kita bahwa memulai dari awal tidak mungkin dilakukan karena efek yang terjadi bukan memakmurkan rakyat tapi untuk kalangan tertentu.

 

2)     Nama: Heru Trisutiono

   Dari   : Magister Manajemen, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Apa salahnya memberikan kredit murah pada Masyarakat di Amerika serikat?

 

Jawaban: Tidak ada salahnya Kredit Murah namun yang ditakutkan resiko kredit macet dan bahayanya jika perbankan tidak lagi percaya dan mau turut campur pada kredit property.

 

3)     Nama : Sudarmoyo

   Dari   :  Fakultas Teknik Mineral, UPN ”Veteran” yogyakarta

 

Bagaimana sistem yang baik untuk menghadapi krisis Global Indonesia ?

 

Jawaban: Proses liberalisasi pada Amerika Latin menjadikan pandangan bagi kita bahwa memulai dari awal tidak mungkin dilakukan karena efek yang terjadi bukan memakmurkan rakyat tapi untuk kalangan tertentu. Persyaratan yang harus dilakukan adalah memiliki pemimpin yang sangat tegas, punya orientasi seperti halnya negara Rusia yang menyajikan, mengabdikan kekayaan untuk rakyat bukan untuk konglomerat, harus mempunyai keberanian untuk mengubah sesuatu. Liberalisme mempunyai cost yang sangat hebat tehadap masyarakat bahwa liberalisme sangat menuju pada masyarakat lama.

Solusi yang harus di lakukan adalah pro negosiasi, untuk perusahaan multinasional tidak mengikuti harga dunia tetapi dengan mengikuti harga pemerintah.

 

4)     Nama : Bambang Sulistyono

Dari : Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Mengapa Indonesia  yang kaya namun tidak dapat menuntaskan masalah perekonomian  ?

 

Jawaban: Karena berbicara mengenai kekayaan dalam Negara yang memiliki asett namun Indonesia tidak banyak memilki asett.

 

5)     Nama: Silvester

Dari  : Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat

 

Mengapa Indonesia tidak melakukan efisiensi energi yang telah dilakukan di beberapa kota ? dan bagaimana menghambat penyeludupan?

 

Jawaban: Untuk lembaga besar, Pemerintah dapat melakukannya, dan perusahaan juga dapat melakukannya dengan melakukan efisinsi yaitu dengan tujuan mencari cost.Yang menjadi masalah terbesar karena yang mengkonsumsi energi ialah para rumah tanggga. Solusinya ialah dengan membuat barang yang hemat energi dan murah dengan pajak rendah di bandingkan harga pajak tinggi dikarenakan harga yang mahal.Berbicara mengenai penyelundupan ialah tugas aparat yang berwenang dan kita harus fokus pada perekonomian yang mempunyai akibat besar pada perekonomian Indonesia.

 


Jumat, 24 Oktober 2008, Sessi II (Pukul: 15.30 Wib – 17.30 Wib)

 

I.        Pembicara :

      Dr. Rhenald Kasali, MA

      (Magister Manajemn, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia)

 

II.      Moderator :

Dr. C. Ambar Pujiharjanto, ME

 

III.    Ruangan :

      Ruang Seminar Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

IV.   Topik :

Korporasi di Tengah Perubahan dan Krisis

 

V.     Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Paradigma Makro dan Mikro Ekonomi

-       Pandangan Sosiologi pada pengamat ekonomi memiliki pandangan yang berbeda ada beberapa faktor yang mempengaruhi pandangan pengamat ekonomi menafsirkan keadaan yang sebenarnya.

-       Para pengamat perekonomian Indonesia hendaknya mencapai level teratas pada tahap yang tertinggi pendidikan sehingga terdapat jawaban pasti mengenai situasi perekonomian Indonesia.

 

2)     Konteks ekonomi Indonesia

-       Badai perubahan global (financial crisis)

-       Perubahan tradisi dan tata cara Domestik(Good govermance) 

-       General Election(2009)

-       Hal-hal yang sulit berubah

-       Anti yang Besar,Emotional terhadap si kecil,paradox kebijakan.

 

3)     Tantangan Korporasi Indonesia

Distrust society (non market family) Vs (Market society) Market

-       rule of  law

-       Law enforcement

-       Achieving society

a)     Berdagang dan belum berwirausaha

di Indonesia masih banyak yang belum berwirausaha namun banyak yang masih mengikuti trend berdagang yang laku Kembangkan jiwa dalam berwira usaha

b)     Learning Curve belum terjadi.

Belum banyak orang yang memikirkan dan menerapkan aplikasi learning curve.

c)      Alignment belum terjadi.

Akibat dari banyaknya pemisahan untuk satu perusahaan dan ini harus di satukan untuk efisiensi Biaya dan ini masih sering terjadi di Indonesia Satu sinergi persatuan dapat di bentuk dengan adanya Trust  yaitu rasa percaya.

d)     Horizontal Alignment

-       Pekerjaan yang tidak efektif dikarenakan tidak terjadi Alignment tidak terjadi Horizontal Alignment sehingga tidak terjadi kerjasama yang baik.

-       Banyak perusahaan tidak dapat mengembangkan perusahaanya dikarenakan mereka hanya memilih manager tetapi bukan leader.penerapan leader pada perusahaan dapat memajukan perusahaan yang di ambil pada pemimpin ialah tanggung jawab dan pekerjaanya.

 

VI.   Langkah – langkah kebijakan

      -    

VII.       Sesi Tanya Jawab / Diskusi

1)     Nama: Suwito

Dari   : AU

 

Kapan kurikulum pengembangan metode cara belajar yang baik mengenai pengembangan otak kanan sebagai wirausaha baik untuk dijalankan?

Jawaban : Pendidikan dan pengusaha pribumi dan penigkatan self confidence

 

2)     Nama : Tyo Nugo

 

Bagaimana cara mengantisipasi krisis global yang terjadi di Indonesia ?

 

Jawaban: Memainkan buble turning point dan persoalan reputasi.

 

3)     Nama : Intan

Dari   : EM UPN

 

Bagaimana menigkatkan pedagang tradisional di era krisis saat ini?

 

Jawaban : Dengan mengandalkan rasionalitas dengan tidak memandang suatu hal yang kecil sebagai yang tertindas namun penilian berdasarkan realitas kehidupaan saat ini.

Dengan membuat pasar tradisional menjadi pasar modern namun tetap penjual tradisional.

 

4)     Nama : Yuni

Dari : UPN

 

Kenapa bangsa Indonesia tidak maju terhadap krisis nasional?

 

Jawaban : Kesenjangan social terhadap yang di bawah dan yang diatas dan ini dapat dipecahakan dengan menigkatkan cara hidup gaya hidup menegah.


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi I-A (Pukul: 08.00 Wib – 10.15 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Yosephine Suharyanti (Fakultas Ekonomi, Universitas Atmajaya)

2)     Rahma Maharani (ABFI, Jakarta)

3)     Khoirul Hikmah (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

4)     Widodo (Fakultas Ekonomi, Universitas Sultan Agung, Semarang)

 

II.      Moderator :

Danang Yudhiantoro, SE, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang SP D-2

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Pengembangan Model Sistem Informasi Untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pada Industri Handycraft di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pengembangan Handcraft khususnya di daerah DIY yang sekarang menjadi peluang UMKM khususnya bagi warga di DIY untuk industri rumah tangga,masalah yang muncul ialah pasar tidak stabil dan proses dari bahan baku menjadi bahan jadi cukup lama. Juga akses ke pemasok yang sulit, untuk itu dibuat suatu solusi yang menjadi penghambat yaitu dengan Menyusun Analisis Model, perancanagan prototype dengan cara mensurvei dan di temukan sekitar 25 UMKM di kota Jogjakarta ynag mengelola usaha Handcraft yang aktif.

Dengan mengkombinasikan SRM, ISCM,CRM, maka mendapat hasil 6 model system Handcraft.dan dengan melakukan pengujian

 

2)     Hubungan Agen sosialisasi Konsumen dengan prefrensi Merk sepatu olahraga

Segment pasar : Memiliki daya beli seperti mahasiswa. Kurang pengalaman sebagai konsumen .

Membuat Preferensi Merk

Mahasiswa yang menjadi pangsa pasar sepatu olahraga di Kampus Perbanas di Jakarta, menggunakan agen sosilisasi untuk menigkatkan preferensi merek. Dan di butuhkan iklan sebagai dorongan bagi preferensi merek untuk mendapat hasil konsumen.

 

3)     Pengaruh Invesment Opportunity Set Terhadap Kebijakan Pendanaan dan Deviden dengan Free Cash Flow Sebagai Variabel control

Pertumbuhan perusahaan mengunakan gabungan beberapa variable yang akan menentukan keputusan intern pada perusahaan khususnya kebijakan pendanaan.

Beberapa penelitian ini bermanfaat untuk investor mengenai proksi IOS yang perlu dilakukan perbaikan agar dalam melakukan kebijakan deviden dan pendanaan dengan baik.

Digunakan analisis faktor di temukan satu nilai yang akan di regresiakan dengan kebijakan deviden dan pendanaan perusahaan.

Tahun 2002 pengujian serentak baik dilakukan secara polling didapat pengaruh yang signifikan dan didapat hasil yang signifikan artinya semakin bertumbuh perusahaan mereka rata – rata memperbesar hutang perusahaan.dan berbeda dengan perusahaan di luar negri karena semakain besar perusahaan di luar negri, maka perusahaan di Indonesia mengeluarkan deviden lebih besar untuk perusahaan.

 

4)     Model Pengembangan Implementasi Strategi

Fenomena Bisnis Di Propinsi Jawa Tengah.Bank Perkeriditan Rakyat yang memiliki kredit macet sangat tinggi.Dan bagainana menigkatkan kinerja Organiasasi dengan membangun pola cerdas yang di bangun oleh komitmen menghubungkan antara prioritas kerja secara manajerial

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi

1)     Nama : Arif Subyantoro

Dari     : Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Masukan : UMKM yanga ada di Jogjakarta dengan sampel 25 UMKM dan yang tidak di masukan dalam sampel adalah daerah Gunung Kidul dan perbedaan Handcraft yang kurang spesifik karena perbedaan antara kayu dan rotan serta keramik .

 

2)     Nama : Hadi Suprapto

Dari     : Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Apakah sample yang diambil benar dan dapat mewakilkan populasi usaha UMKM Handcraft di DIY?

 

Jawaban : 25 handcfraft di DIY belum mencukupi sebagian sampling data untuk DIY namun di usahakan agar terwakili secara keseluruhan.

 

3)     Nama : Winarno

Dari     : Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Keterkaitan tema ketahanan ekonomi nasional kepada ISO perusahaan?

 

Jawaban : Bidang non keuangan sangat baik untuk membangktikan ketahanan ekonomi nasional.

Kaitan antara perusahaan yang semakin tinggi dan dalam ketahananan ekonomi nasional perusahaan yang besar akan membantu pertumbuhan ekonomi. Digunakan metode partial dan polling. Budaya yang mempengaruhi kepemilikan perusahaan di dalam dan di luar negri berbeda dalam pembayaran deviden.

Keterkaitan Ekonomi nasional dengan tema Sosialisai merek sepatu olah raga ?

Jawaban: Penelitian ini berdasarkan topik yang pernah di teliti sebelumnya di negara luar dan diangkat kembali untuk di teliti di Indonesia.

 

4)     Nama:  Muafi

Dari   : Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

Perjelasan indicator Model emperik implementasi Strategi ?

Jawaban: Implementasi ini memiliki 3 aspek Perencanaan, evaluasi dan implementasi 

 

 


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi I-B (Pukul: 08.00 Wib – 10.15 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Moh. Adi Irawan (Fakultas Ekonomi, Universitas Jember)

2)     Lulus Kurniasih (Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surakarta)

3)     Didik Achyari (Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjahmada)

 

II.      Moderator :

Drs. Alp. Yuwidiantoro, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang Seminar Fakultas Ekonomi

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Earning management dalam corporate governance

Penetapan informasi keuangan sangat berpengaruh pada keputusan manajemen, earning management ada dua, yaitu good earning management dan bad earning management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakha perusahaan Indonesia terindikasi melakukan earnings management. Metode yang dipakai adalah purposive sampling. Kesimpulannya manajer mungkin menggunakan pendekatan accrual yang berbeda dari yang diteliti oleh corporate lain.

 

2)     Pengaruh langsung dan moderenisasi mekanisme corporate governance terhadap kinerja saham paska IPO

ada dua fenomena IPO :

1.      Underpricing

2.      Underferpormance

Masalah penelitian adalah bagaimana pengaruh mekanisme Corporate governance pasca IPO?

Metode penelitian, menggunakan  4 variabel, yaitu var. corporate, var. kinerja operasional, var. kinerja saham, dan var. control.

Hipotesis penelitian :

Hipotesis pengaruh corporate governace terhadap kinerja saham

Hipotesis pengaruh moderasi corporat governance terhadap kinerja saham paska IPO

Kesimpulan :

Kerangka pemikiran yg melandasi penelitian ini adalah adanya fenomena underpricing dan underperformance

 

3)     Penerapan good corporate governance dan capaian kinerja keuangan perusahaan teknologi dan telekomunikasi : studi di Indonesia dan ASEAN

Penelitian ini dilakukan untuk memperbandingkan bagaimana system teknologi yang ada di Indonesia dan ASEAN. Karakteristik Negara : overall country risk dan jumlah perusahaan pada masing-maing Negara ASEAN. Hipotesis penelitian ini adalah karakteristik Negara, berpengaruh pada capaian laba bersih di sector industry teknologi dan telekomunikasi. Hasil penelitian adalah aksi perusahaan dan independensi kepemilikan sangat berpengaruh terhadap pencapaian laba bersih perusahaan.

     

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Ibu Rahmawati untuk bpk Adi Irawan, tujuan penelitian terhadap landasan teori. Bagaimana permasalahan penelitian dan kenapa kesimpulan penelitian bisa sepert itu? Proxy yang digunakan apa?

Jawaban: Hipotesis penelitian pada saat perusahaan go public bagaimana harga saham itu bisa tinggi, kemungkinan management akan melakukan earning management. Earning management akan berpengaruh setelah 2 thn perusahaan go public. Dengan adanya GCG maka manajer akan melakukan pelaporan secara jujur, karena ada tuntutan GCG.

2)     Ibu Retno untuk pak Adi Irawan. Hipotesisnya apa? Penjelasan hubungan GCG terhadap tujuan penelitian?

Jawaban: Cash flow operation yang digunakan adalah net cash flow.

3)     Bu Hunian andayani untuk bu lulus. Proxy kualitas audit big five tidak tepat untuk di Indonesia. Spesialisasi industry akan lebih tepat untuk proxy kualitas audit.

Jawaban: Proxy yang digunakan adaklah KAP yang big five adalah kasar karena alas an kualitas audit. Kepemilikan manajerial rata-rata sangat rendah.

4)     Bu lita untuk bu sri. Kesimpulan mengenai philipin, variable apa yang tepat untuk penelitian selanjutnya.

Jawaban: Untuk philipina data sangat berbeda daripada Negara lain. Kualitas laporan keuangannya 4 semua. Tidak signifikan pada capaian yang diperoleh dan nilai yang ada disana sangat berfluktuasi sekali. Untuk Negara philipina untuk GCG tidak diborong oleh negaranya.

 

V.  Kesimpulan

1)     Ternyata  perusahaan tidak melakukan earniung menagemnt sebelum IPO, untuk perusahaan yang sudah menerapkan GCG tidak perlu lagi melakukan earning management.

2)     GCG punya nilai relevan terhadap laba bersih, pasar bereaksi untuk penerapan GCG.

Ada variasi pencapaian laba bersih terhadap penerapan GCG.


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi I-C (Pukul: 08.00 Wib – 10.15 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Bhimo Rizky Samudro (Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surakarta)

2)     Y. Sri Susilo (Fakultas Ekonomi, Universitas Atmajaya, Yogyakarta)

3)     Nanang Shonhadji (STIE Perbanas, Surabaya)

4)     Purwiyanta (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta)

 

II.      Moderator :

Didi Nuryadin, SE, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang AKT D-1 Fakultas Ekonomi

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Social Responsibility on Manufacture Industri in Central Java Province: Building for Economic and Environmental Sustainability (BEES) Model

2)     Strategi Survival Industri Mikro -Kecil Pasca kenaikan Harga Energi: Kasus Pada Industri Makanan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

3)     Ketahanan Ekonomi Makro Nasional Melalui Pengujian Model Prediksi Kinerja Keuangan Pada Bank Pembangunan Daerah Di Indonesia Periode 1995-2005

4)     Dampak Utang Luar Negeri: Analisis Impulse Function

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi :

1)     Nama : Listya Endang Artiani

Asal    : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

 

               -  apakah dalam penelitian ini sudah dilihat harga pasar?

       - Apakah mungkin softwer mengabsorpsi standar yang tetapkan dibeberapa   nengara?    

 

2)     Nama : Bambang Susilo

Asal    : -

-          untuk  indonesia  kecil ada 24 responden udah mapan tapi ada tidak masuk kreteria ini? Bagaimana strategi yang dilakukan dalm harga yang tetap?

-          Apakah rasio- rasio yang digunakan sudah sesuai dengan rasio perbankan? Apakah rasio yang tepat digunakan?

 

3.Nama    : Sri Suharsih

   Asal       : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

-          Apakah dampak dan saran mengenai hutang luar negeri?

 

4.          Nama           : Jamzani Sodik

Asal    : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

 

-kenapa di Bantul ,wirausaha kue tidak masuk dalam penelitian?

 

 

 

Jawaban :

  1. Dalam penelitian ini belum melihat harga pasar atau respon pasar tapi sedang diteliti, tetapi dilihat dari sekils pasar untuk menentukan harga pasar seperti terigu dan lain- lain.

# Pada dasarnya software adalah free download, pada dasarnya pembuatan kursi, kompunen apa aja dan ukuran berapa kemudian dimasukkan kedalam data diimput yang penting tidak menyebabkan global warning yaitu tidak lebih dari 2,00

 

 

  1.  
  2. hutang bagaimana dari upaya menembah anggaran untuk menutup devisit mekanisnya adalah melalui metode kausaliti yaitu yaitu yang hutang luar negeri menyebabkan pengeluarkan besaran hutang domistik.

 

  1.  Karena untuk daerah Bantul, yang diteliti tu tahu dan tempe sedangkan untuk kue,gorengan, roti tu daerah jogja dan sleman. Jadi kue tidak masuk dalam penelitian.


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi II-A (Pukul: 10.30 Wib – 12.45 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Anis Siti Hartati (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

2)     M. Natsir (Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

3)     Sri Wahyuni (ABFI, Perbanas Jakarta)

4)     Agus Muqorrobin (FE, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

 

II.      Moderator :

Drs Didit Herlianto, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang SP D-2, Fakultas Ekonomi

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Kompensasi, Stress Kerja Pengurus, dan Kinerja KUD Dampaknya Pada Ketahanan Ekonomi Bangsa.

Rumusan Masalah :

a.      variabel kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan KUD

b.      variable stres terhadap kinerja karyawan

Kompensasi pengurus KUD sangat berpengaruh terhadap stres kinerja pengurus KUD. Penelitian di lakukan hanya dengan 5 KUD yang lemah, 78 sampel dari seluruh pengurus. Kompensasi pengurus signifikan terhadap kinerja KUD. Stres pengaruh menpunyai pengaruh yang signifikan negative. Agar kinerja KUD baik untuk MSDM yang profersional dapat mengakibatkan kesejahteraan pengurus KUD.

 

2)     Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan PKL di Kartasura – Solo

PKL di katakan sebagai sesuatu yang menunjang pendapatan masyarakat dan pandangan negatifnya di kaitkan dengan kemacetan jalan. PKL mempunyai ketahanan dan masalahnya hanya pengelolaannya saja. Terdapat tiga lokasi yaitu di daerah Gembongan, Jl.Slamet Riyadi, Kartusuro. Dari ketiga PKL tersebut mempunyai ikatan yang sangat berkaitan.

 

3)     Analisis Beriklan Terhadap Brand Image Bank

Ada empat bank yang menjadi objek penelitian yaitu : Bank Mandiri, BNI, BCA, dan LIPPO. Untuk mempertahankan bank itu harus dapat di kenal oleh para nasabah dengan melakukan periklanan untuk melihat bagaimana hubungan antara para nasabah terhadap bank tersebut. Menurut :

1.      Hotniar Siringoringo            : mempengaruhi perilaku pembelian konsumen

2.      Habibie                      : mempengaruhi loyalitas konsumen

3.      rini kusumawati

4.      anggoro putra

Metode yang digunakan adalah populasi sebagai nasabah dengan menggunakan teknik sampling purposive dan kuota. Teknik pengumpulan data menggunakan angket / daftar untuk pertanyaan dengan tujuan untuk memperoleh data primer. Dari data dependent dan independent ke 16 pertanyaan yang di tanyakan semuanya valid. Tidak adanya perbedaan antara umur dan jenis kelamin.

Kesimpulan :  Menunjukan hubungan positif antara iklan dan produk Tidak ada perbedaan antara genre, umur dan pekerjaan Tidak ada perbedaan persepsi responden terhadap iklan yang dilakukan oleh empat bank maupun brand image dari kemepat bank tersebut.

 

4)     Analisis Strategi Pengembangan Petani Produktif Mandiri Untuk Meningkatkan Ketahan Pangan Lokal Dan Kesejahteraan Keluarga: Kasus Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Kendala eksternal dari petani wonogiri adalah kendala urbanisasi.

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Nama :Hadi

Dari     :UPN

 

Mengapa judul sama dengan independent variable Antar judul dengan kerangka pemikiran?

Jawaban :

Judul penelitian harus berbeda dengan judul jurnal.

 

2)     Nama :Hadi

Dari     :UPN

 

Dilihat dari variable – variable penelitian, apabila tidak ada metode kuantitatif (beberapa variabel) maka yang digunakan adalah metode kualitatif (dengan dukungan teori)?

 

Jawaban: Hal itu adalah kelebihan dari penelitian, dari persamaan regresi diubah menjadi persentase sehingga bisa di kaitkan dengan variable yang satu dengan yang lainnya.

 

3)     Nama: Khoirul

Dari: UPN

 

Apakah untuk menemukan hal itu (perbedaan antara genre dan status) dapat digunakan dengan pendekatan regresi?

 

Jawaban: Jika status sudah menikah dapat menentukan suatu usaha.

Genre : Pria memiliki jam kerja ynag lebih banyak daripada wanita, maka dari itu penghasilan pria lebih banyak daripada wanita. Dengan perbandingan 1 : 0; 1 untuk pria dan 0 untuk wanita. Di lapangan, variabel ini muncul dengan perbedaan pria dan wanita sehingga dapat menghasilkan dan menafsirkannya. Analisis ini disebut sebagai nilai residual.

 

4)     Nama :Hadi

Dari     :UPN

 

Untuk mencari responden dari nasabah apakah hanya menggunakan data sekunder dan primer saja?

 

Jawaban : Karena dari laporan keuangan di Bank – Bank Indonesia, data keuangannya hanya dapat dilakukan dengan data sekunder.

 

5)     Nama :Winarno

Dari     : UPN

 

Sekilas melihat judul, dari variabel dan kinerja karyawan, masing – masing performance memiliki indikator – indikator yang berbeda? Citra dan image sama dengan pendapatan sehingga promosi berbeda dengan iklan

 

Jawaban : Dilakukan dengan dua cara individual dan organisasi. Individual sangat di perlukan terhadap organisasi. Judul penelitian yang menggunakan penelitian dengan variable yang sedikit. Penelitian dilakukan hanya 5 KUD di Yogyakarta dengan melihat kondisi KUD di DIY.

 

Jawaban: Hasil penelitian terhadap brand image dengan melihat data iklan dan promosi dari bank, awalnya menggunakan data sekunder tetapi akhirnya menggunakan data primer dikarenakan laporan keuangan dari Bank Indonesia tidak sesuai apa yang akan di teliti, maka dari itulah penelitian ini menggunakan data sekunder.

 

6)     Nama :Susilo

Dari     :ABFI Perbanas

 

Apa yang menjadi Implikasi terhadap strategi pemasaran? Dan indikator yang digunakan?

 

Jawaban : Kompensasi di KUD rendah dan juga usia pegawainya di atas 50 tahun. Data yang di ambil tidak hanya dari hibah saing tetapi ada 21 item yang digunakan untuk dijadikan indikator.

 

7)     Nama :Khoirul

Dari     : UPN

 

Apakah itu dapat mempengaruhi iklan tersebut padahal bank tersebut sudah mempunyai nama atau brand?

 

Jawaban: Penelitian ini mengambil dua bank swasta dan negri. Pencitraan bank itu sudah besar tetapi apabila bank yang sudah memiliki brand atau pencitraan yang besar maka penelitiannya akan mudah terlihat.

 

8)     Nama :Hadi

Dari     :UPN

 

Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang berdasarkan adanya permasahan, apa yang menjadi alasan bahwa keempat kabupaten menjadi perwakilan dari beberapa kabupaten di Wonogiri?

 

Apa yang menjadi evaluasi dari implementasi yang dilakukan?

 

Jawaban: Berdasarkan data dari tahun sebelumnya. Bidikan data – data dari departemen digunakan untuk melihat banyaknya petani yang bekerja, dan hasil yang di dapat.

 

9)     Nama :Khoirul

Dari     :UPN

 

Dengan menggunakan regresi,dengan cara kuanitatif, yang berkaitan dengan jenjang apabila di tekan apakah ada pemasalahan? Jelaskan?

Apakah untuk menemukan hal itu (perbedaan antara genre dan status) dengan menggunakan pendekatan regresi?

 

Jawaban: Jika status sudah menikah dapat menentukan suatu usaha. Genre :Pria memiliki jam kerja ynag lebih bayak daripada wanita, maka dari itu pengasilan pria lebih banyak daripada wanita. Dengan perbandingan 1 : 0; 1 untuk pria dan 0 untuk wanita. Di lapangan, variable ini muncul dengan perbedaan pria dan wanita sehingga dapat menghasilkan dan mentafsirkannya. Analisis ini disebut sebagai nilai residual.

 

10) Nama :Rian

Dari     :UPN

 

Apa yang menjadi analisis terhadap sektor perdagangan dan prospek – prospek yang lainnya?

 

Jawaban: Di Wonogiri lebih terpacu pada hal perdagangan dengan sektor pertanian. Inovasi yang terkait untuk PKL yang baik tetapi di Solo PKLnya sudah bagus untuk saat ini.

 

 


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi II-B (Pukul: 10.30 Wib – 12.45 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Gendut Sokarno (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Jatim)

2)     SI Ediningsih (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta)

3)     Rini Budi Utami (Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjahmada Yogyakarta)

4)     Haryadi Sarjono (Fakultas Ekonomi, Universitas Bina Nusantara Jakarta)

 

II.      Moderator :

      Rusherlistyani, SE, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang Seminar Fakultas Ekonomi

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Pola corporate social responsibility dalam pemberdayaan usaha kecil kerajian sepatu dan sandal di kabupaten Sidoarjo

Ide dasar pada topic tersebut adalah karena adanya dampak negative terhadap lingkungan di luar perusahaan akibat kegiatan perusaan, sehingga tercipta ide untuk membuat regulasi mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Dengan adanya konsep CSR diharapkan mampu meningkatkan kinerja social perusahaan, sehingga dapat memberdayakan UKM-UKM yang ada disekitarnya. Indicator CSR adalah transparasi, kelestarian lingkungan, globalisasi, dan kegiatan social lainnya. CSR tidak terlepas dari pola Publikasi, bahkan sangat sulit untuk membedakannya. Hanya dapat dilihat dari niat perusahaan yang melakukan CSR tersebut. Sehingga perlu adanya pengembangan UKM-UKM kecil. Penelitian ini menggunakan uji outlier multivariate,uji reliabilitas, uji validitas, uji kausalitas. Kesimpulan CSR dapat berpengaruh negative dan positif terhadap UKM.

 

2)     Good Corporate Governance  Versus  Agency Cost : studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2005

Inti dari GCG adalah mengenai siapa yang mengontrol dan apa yang dikontrol dalam sebuah perusahaan.alasan munculnya GCG karena adanya pemisahan kepemilkan dan pengelolan perusahaan.fenomena yang terjadi antara lain adalah terjadi skandal keuangan di dunia, krisis financial di beberapa Negara asia, kepemilikan saham dalam jumlah besar, dan ditengarai adanya peningkatan hutang dan dividen. Masalah penelitian apakah terdapat masalah agensi pada perusahaan manufaktur. Hipotesis penelitian bahwa terdapat masalah agensi antara pemilik, kreditor dan manajer di perusahaan manufaktur. Ada 30 sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitiannya adalah terdapat masalah agensi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Ternyata tidak semua perusahaan yang menerapkan GCG.

 

3)     Pengaruh komposisi dewan komisaris dan keberadaan komite audit terhadap aktivitas manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Jakarta

Komposisi dewan komisaris dan komite audit merupakan salah satu penerapan GCG. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peraturan-peraturan yang ada. Apakah  keberadaan komite audit dapat mengurangi aktivitas manajemen laba? Manfaat dari penelitian ini adalah bagi pihak regulator, dapat memberikan bukti empiris akan keefektian peraturan yang ada. Hipotesis yang berdasarkan landasan teori adalah makin besar aktivitas komite audit maka semakin rendah aktivitas manajemen laba pada perusahaan.metode penelitian yang digunakan adalah data sekunder berupa laporasn keuangan  tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan. Penilitian dilakukan dengan model regresi dan disertakan variable control. Kesimpulan bahwa perusahaan manufaktur memaksimalkan labanya dan komposisi dewan komisaris tidak signifikan. Hasil penelitian ini adalah bahwa dewan komisaris mampu mengurangi manajemen laba pada perusahaan.

 

4)     Usulan Penerapan Total Performance Scorecard Pada PT. Nitrotec plastindo

Dasarnya adalah balance scorecard, perusahaan ini belum menerapkan balance scorecard. Semua keputusan terfokus pada manajer utama, latar belakang penelitian ini adalah perkembangan dunia saat ini menuntut cara kerja yang cerdas, menyenangkan. Rumusan masalah adalah bagaimana merancang suatu system yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Tujuan adalah membuat rancangan suatu proses yang baik agar kinerja terlaksana dengan baik. Hasil dari penelitian ini adalah pembuatan perbaikan system kinerja dengan membentuk sebuah tim yang arah perbaikannya sudah jelas, dan mengukur setiap perkembangan perbaikan tersebut. Proses perbaikan harus dijalankan disetiap departemen.

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Herman untuk apakah dlm privatisasi untuk perusahaan BUMN sudah menerapkan GCG ?

Jawaban: Penerapan ada yang sudah dan ada yang tidak, karena penerapan ini sangat sulit untuk dilaksanakan. Penerapan GCG ini sudah dilakukan, namun tidak sepenuhnya. Hanya pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Di Indonesia sudah ada komite yang mengurus masalah CSR. Idealnya perusahaan BUMN harus menerapkan CSR, karena BUMN adalah milik pemerintah.

2)     Herni untuk bu SI. Apa perbedaan GCG dan GCG?

Jawaban: GCG merupakan kotrol antara pemilik dan perusahaan, sedangkan CSR merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Sehingga jika perusahaan yang sudah menerapkan GCG tentu sudah menerspksn CSR. Karena GCG merupakan control perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu orientasi pada laba perusahaan.

3)     Deby untuk bu SI. Apakah ada pengaruhnya mekanisme GCG terhadap laba perusahaan?

Jawaban: Manajemen laba turun maka kualitas laba perusahaan akan semakin bagus. Hal ini jelas sangat berpengruh. Karena penerapan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

4)     Stever untuk semua panelis. Perusahaan yang orientasi pada laba, menimbulkan dampak lingkungan. Fakta di Indonesia menimbulkan dampak lingkungan, bagaimana tanggapan panelis?

Jawaban: Penerapan GCG adalah tergantung kedisplinan dalam penerapannya. Penerapan GCG tidaklah mudah, kembali pada si pelaku utama yang menerapkan GCG tersebut. Kondisi yang negative tersebut seharusnya memicu pemerintah untuk mengeluarkan peraturan yang lebih baik lagi.

5)     Lucky untuk bpk Gendut. Seberapa dampak CSR terhapad lavindo, seberapa upaya pemerintah untuk mengembangkan usaha kecil yang ada di sidoarjo?

Jawaban: Usaha kecil semakin lama semakin menurun, tidak hanya disebabkan oleh adanya lumpur lavindo. Tetapi pemerintah pun tidak melupakan usaha kecil tersebut, namun pada dasarnya terjadi ketidak efektifan penyaluran dana yang ada.

6)     Eko untuk bpk Gendut. Mengapa tanggung jawab perusahaan begitu penting untuk perusahaan itu sendiri?

Jawaban: Dengan adanya CSR akan mampu meningkatkan reputasi perusahaan tersebut.


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi II-C (Pukul: 10.30 Wib – 12.45 Wib)

 

I.              Pembicara :

1)     Dimas Bagus WK (Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya)

2)     Nuning Trihadmini (Fakultas Ekonomi, Universitas Atmajaya, Jakarta)

3)     Joko Susanto (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta)

4)     Sri Rahayu Budi H (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta

 

II.            Moderator :

Akhmad Syariudin, SE, M.Si

 

III.          Ruangan          :

Ruang AKT D-1 Fakultas Ekonomi

 

IV.         Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Analis Sistem Peringatan Dini Terhadap Krisis Nilai Mata Uang Di Indonesia Periode 1990.1 – 2006.12

2)     Krisis Ekonomi, dan Kualitas Antara Fluktuasi Nilai Tukar Terhadap Variabel Makroekonomi di Indonesia Periode 1990:1 – 2005:03

3)     Pengaruh Produktivitas Pekerja dan Infrastruktur Jalan terhadap Penanaman Modal Asing Langsung Negara-Negara ASEAN

4)     Pengaruh Faktor Ekonomi (PDB, Angkatan Kerja, Pengeluaran Pemerintah, dan LIBOR) dan Non Ekonomi (Korupsi dan Pemilu) Terhadap Masuknya FDI (Foreign Direct Invesment) di Indonesia Tahun 1998.1 – 2007.4

 

V.           Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)      Nama     : P. Jamzani

Asal        : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

a)      Mengapa diterapkan model Garsia? (untuk dimas bagus)

b)      Kenapa PDB tidak signifikan padahal menurut pak Joko mengatakan PDB signifikan? ( untuk bu nuning)

c)      Saran kepada makalah p Joko yaitu Indonesia lebih ke daerah/ provinsi berlomba-lomba menarik investor untuk wilayah jawa tengah.

 

Jawaban:

a)      Karena menurut pemakalah model garsia adalah model yang paling efektif.

b)      Mengkombinasikan varriabel makro ekonomi .

 

2)      Nama     : P. Ari  Muryanto

Asal        : Perbarindo

a)      Apakah krisis yang terjadi di AS bisa dibuatkan model prediksinya agar Indonesia aman?(dimas bagus)

b)      Latar belakang adanya bisnis itu karena adanya nilai tukar?apakah ada risetnya sehingga bisa menuangkan krisis ini?(Bu nuning)

c)      Sampe kapan Indonesia mendapat FDI?(untuk bu nuning)

d)     Apa hasil penelitian bapak-ibu ini bisa dipasarkan? Dan apakah masyarakat bisa memakai riset ini?(untuk semua pembicara)

 

Jawaban:

a)      Model prediksi ke depan bisa tergantung signal horison. Bila empat bulan lebih efektif dan signifika, maka dipakai prediksi itu.

b)      Ada risetnya

c)      FDI adalah tukar menukar; selama tendensi itu ada, maka FDI di indonesia tidak bisa dihentikan karena seperti diketahui indonesia banyak menggunakan produk luar negeri daripada produk luar negeri.

d)     Mungkin tidak langsung di pasarkan di pasaran tapi dijelaskan atau di edukasi lewat masyarakat apakah fiskal atau moneter.

 

3)      Nama     : Arif  Sudana, untuk dimas

Asal        : Alumni FE UPN”Veteran” Yogyakarta

a)      Bagaimana variabel2 ekonomi bisa bekerja dengan signal?

 

Jawaban:

a)     Tergantung kita memakai horisonnya berapa bulan. Kalau efektifitasnya memakai 24 bulan maka memakai 24 bulan.

 


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi III-A (Pukul: 13.45 Wib – 16.00 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Edy Priyono (Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

2)     Mabruroh (Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

3)     Wlly Abdillah (Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu)

4)     Fereshti, ND (Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

 

II.      Moderator :

Dr. Heru Trisutiono, M.Si

 

III.    Ruangan :

Ruang SP D-2 Fakultas Ekonomi

     

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Strategi Pengembangan Kepariwisataan Di Jawa Tengah

Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan studi litelatur dan lapangan, dengan sampel yang diambil 35 DTW yang diambil acak dari setiap kabupaten di Jawa Tengah yang mencakup obyek – obyek wisata. Indikasi sampel dapat di lihat dalam website: http/www.Indonesia.go.id

 

Rumusan Masalah :1) Aspek perencanaan, 2) Aspek Financial, 3) Aspek Pemasaran, 5) Aspek SDM. Tujuan Penelitian : 1) Mengetahui karakteristik kepariwisataan, 2) Langkah strategis, 3) Aspek financial, 4) Berbagai strategi pemasaran, 5) Berbagai kendala. Hasil dan Pembahasan : 1) Kekuatan, 2)         Kelemahan, 3) Peluang, 4) Ancaman

 

Kesimpulan :            Strategi pengembangan pariwisata, meningkatkan DTW yang memberi kemanfaatan makro bagi seluruh masyarakat.

 

2)     Profil Sektor Informal Pedagang Kaki Lima Di Kartasura (Analisis Kebijakan Untuk Penataan Pkl)

Mengapa di wilayah Kartasura? karena daerah ini letaknya strategis dan juga perbatasan antara kota Yogyakarta dan Solo. Sebelum menjadi PKL, ada yang menjadi buruh, petani dan sebagainya.

 

3)     Peran Strategik Msdm Dalam Membangun Kompetensi Inti Dan Keunggulan Bersaing Berkesinambungan Organisasi Berbasis Intellectual Capital Dan Kapabilitas Inovasi Untuk Menghadapi Perubahan Jaman

Latar Belakang :

-       Perubahan lingkungan berdampak pada perubahan paradigma manajemen strategic

-       Perubahan paradigma outside-in menuju inside-out

-       Diperlukan pendekatan kontingensi

 

Conjecture : semacam logika yang sedikit tinggi.

-       Perubahan paradigma manajemen strategic, outside-in –> inside-out –> New Institutinalism

-       Sumber daya organisasi menciptakan kapabilitas organisasi

-       Kapabilitas menjadi dasar membangun keunggulan bersaing berkesinambungan

-       Keunggulan bersaing yang mampu menciptakan akses pasar bagi organisasi akan menciptakan kompetensi inti organisasi.

 

4)     Analisis Strategi Klaster Ukm Berbasis Ekspor

Rumusan Masalah : a) Apakah basis penguatan klaster UKM yang berorientasi ekspor sudah optimal ? b)  Bagaimana strategi optimalnya? Karakteristik UKM Sampel Penelitian

-       Karakteristik Firm Size

-       Karakteristik Permodalan

-       Karakteristik Perencanaan

-       Karakteristik Pemasaran

-       Karakteristik Produksi

-       Karakteristik Personalia

-       Karakteristik Akses Informasi

-       Karakteristik Kinerja Ekspor

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Nama:            Hadi

Dari:    UPN

 

Dari hasil data yang diperoleh, data dan inti masalahnya pun sama dengan makalah dari M. Natsir. Akan mendeskripsikannya perlu memperhatikan detail yang perlu di jelaskan?

 

Jawaban: Yang sama dengan artikel dari M. Natsir adalah tempat penelitian karena tempat penelitian tersebut adalah kota besar yang sering dijadikan sebagai objek penelitian karena PKL banyak melakukan kebijakan di tiga kota tersebut.

 

2)     Nama :Winarno

Dari     :UPN

 

Konsistensi antara rumusan, tujuan dan hasil, muncullah perkembangan strategi – strategi.

 

Jawaban: Klaster adalah di dalam sebuah area ada beberapa industri untuk menjadi hal yang kompetitif ( menurut Kotler). Ketika industri yang di bangun di Yogyakarta, maka begitu banyak industri lain yang mulai membangun klaster – klaster yang baru. Harus ada industri lain yang bisa menopang untuk industri lainnya. Untuk melakukan analisis itu sulit sekali karena kita harus mempunyai uji banding dengan industri yang satu dengan industri yang lain. Hal inilah yang sulit unuk di bandingkan. Apabila perusahaan ingin melakukan strategi itu maka harus bisa mengimplementasikan dengan paradigma yang hanya orang – orang tertentu saja yang bisa membuat strategi dan juga bagaimana cara menjalankannya. Kunci keberhasilan dari suatu kesuksesan yaitu dengan melihat resource yang ada. 

 

Penataannya seperti apa yang membedakan obyek dengan nama area obyek meliputi jasa, makanan minuman dan non jasa?

 

Jawaban: Pengaruh pendapatan terhadap PKL tersebut apabila tidak terpengaruh maka dari itu PKL tidak akan berpengaruh. PKL melakukan penjualan yang non makanan, makanan, dan jasa.

 

Gimana masyarakat mengenal harga barang – barang tersebut yang di ambil oleh pengempul?

 

Jawaban: Sendainya tidak melalui pengempul ini, akan tergantung sekali pada pengempul akan memperoleh profit yang lebih dan dari sisi personalianya kurang jelas karena usaha dari keluarga dan mereka merasa khawatir tentang hal itu dan membayar dengan memiliki untung, pengempul adanya interaksi antara importer dengan usaha sendiri.

 

3)     Nama :Natsir

Dari     :FE UMS

 

“Pengembangan Pariwisata Tanpa Batas”, bagaimana hal ini dapat dikembangkan jika di halangi dengan pengembangan yang tanpa batas. Bagaimana cara mebuat konsep itu?

 

Jawaban : Jika Jawa Tengah seperti Bali kemungkinannya sangat kecil karena pemerintah sedang mengeluarkan RUU APP.

 

 


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi III-B (Pukul: 13.45 Wib – 16.00 Wib)

 

I.        Pembicara :

1)     Evi Gantyowati (Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surakarta)

2)     Nur Diana Hidayati ( M. Si & Doctor Universitas Gadjahmada)

3)     Wuryan Andayani ( Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya)

4)      Sri Suryaningrum (Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Yogyakarta)

 

II.      Moderator :

Dra Sri Wahyuni W, SE, M.Sc, Akt

 

III.    Ruangan :

Ruang Seminar Fakultas Ekonomi

 

IV.   Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Pola program-program corporate social responsibility: studi kasus pada PT. Unilever Indonesia, tbk; PT. Sari Husada; PT. Astra Internasonal, tbk; PT. Aneka Tambang, tbk.

Latar belakang penelitian adalah karena banyaknya pihak-pihak yang tidak memahami CSR. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat membantu memahami CSR lebih baik lagi guna untuk meningkatkan reputasi perusahaan. CSR digolongkan menjadi dua dimensi aktivitas, yaitu: internal dan eksternal. Manfaat implementasi aktivitas CSR antara alin adalah adanya kepuasan pekerja, manajemen reputasi, inovasi dan pembelajaran. CSR tidak terlepas dari etika bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Untuk menumbuhkan SDM yang baik, perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan pada karyawannya.

 

2)     Reaksi pasar pada pengumuman dividen pada perusahaan yang masuk corporate governance perception index (CGPI)

Salah satu yang menyebabkan krisis di beberapa negara dipengaruhi adanya tata kelola perusahaan yang buruk. Sehingga pemerintah menuntut adanya GCG yang efektif dengan mengeluarkan peraturan-peraturan. Rumusan masalah adalah apakah ada reaksi pasar pada pengumuman dividen pada perusahaan yang masuk GCPI. Ada lima asas GCG, yaitu : transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan. Dalam penelitian ini reaksi pasar dibedakan menjadi dua proxy. Hasil penelitian berdasarkan uji normalitas adalah terjadinya signifikansi. Kesimpulannya adalah pengumuman dividen pada pasar berpengaruh positif pada reaksi pasar.

 

3)     Pengaruh Good Corporate Governance terhadap manajemen laba melalui manipulasi aktivitas riil

Latar belakang penelitian adalah untuk mengembangkan penelitian-penelitian sebelumnya. Pengembangan hipotesis untuk mengetahui pengaruh GCG melalui biaya produksi, arus kas operasi, dan biaya discretioner. hipotesisnya antara lain adalah perusahaan yang market to book menunjukkan produksi yang tidak normal. Sampelnya adalah perusahaan-perusahaan yang ada di bursa efek Jakarta. Kesimpulan adalah mendukung penelitian roy kudodi.

 

4)     Implementasi GCG pada sector perbankan atas pengaruh corporate reporting supply chain (pihak public,investor, manajemen, regulator, dan kantor akuntan public) studi empiris di indonesia, Thailand, philipina, Malaysia, singapura, Vietnam.

Latar belakang penelitian adalah karena tidak adanya penelitian sebelumnya, dan untuk mengetahui siapa yang ada dibalik supply chain perbankan. Banyak komponen yang berperan dalam pencapaian laba bersih, antara lain adalah pihak publik, manajemen, regulator, investor, dan profesi. Variable yang proxy adalah aksi perusahaan dan kualitas laporan keuangan. Kenapa memilih perbankan, karena perbankan merupakan sector industry yang sangat banyak mempengaruhi regulasi pemerintaha.

Hasil penelitian untuk asean hasil yang diperoleh adalah nilai R square sebesar 0.710. sedangkan hasil yang dicapai per Negara adalah salah satunya Indonesia 0.704 yang dipengaruhi oleh kualitas laporan keuangan, ketaatan pajak, reputasi auditor, dan price per earning. Kesimpulannya adalah untuk mengetahui factor yang mempengaruhi supply chain dalam industry perbankan.

 

V.     Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Bu Isworo untuk bu nur Diana. Apa yang dimaksud relying… ?Untuk bu yayuk. Apa yang dimaksud dengan perception index?

Jawaban: metode relaying ini bertujuan untuk melihat apakah program-program mencakup bisnis inti atau tidak. Dengan mengelompokkan data-data yang diberikan oleh perusahaan. Kelebihan dari metode ini dengan metode lain, tergantung tujuan riset si peneliti. Dapat menjawab pertanyaan HOW dan WHY.

Jawaban: dengan adanya index tersebut membuat investor menghargai perusahaan. Karena criteria yang disyaratkan sangat sulit, sehingga perusahaan yang memiliki reputasi index ini akan memiliki reputasi yang lebih baik daripada perusahaan yang lain.

2)     Bu Rahma untuk bu muryan. Variable moderasi apa saja? Apakah variable moderasi di uji lebih dulu?

Jawaban: model roy kudori untuk menetapkan sucses firm. Lalu hasilnya akan terlihat jika sucses firm terlebih dahulu.

3)     Bpk Junoro untuk bu sri. Kesimpulan terakhir persis pada latar belakang, maksudnya apa? Untuk bu nur Diana. Kenapa kasus yang diangkat pada empat perusahaan yang tidak sejenis? Untuk bu yayuk.  Bagaimana menghitung security return variasi?

Jawaban: karena peneliti ingin melihat apakah 4 industri ini memiliki perbedaan dalam aktivitas CSR.

Jawaban: ada tiga langkah, menggunakan metode ini karena tidak perlu menganalisis variable-variabel.

Jawaban: karena jumlah perbankan di Indonesia adalah jumlah terbanyak, namun jumlah laba yang dihasilkan tidak sebanding dengan jumlah perbankan yang ada.

4)     Lucky untuk bu Yayuk. Perusahaan yang masuk GCPI memiliki pengaruh yang searah terhadap reaksi pasar, jika perusahaan tidak termasuk CGPI bagaimana pengaruhnya?

Jawaban: tergantung sampel yang diambil, karena jumlah saham yang dikeluarkan sangat berpengaruh.

5)     Bu Evy untuk Nur Diana.  Tujuan penelitian, program CSR yang berkelanjutan. Berkelanjutan yang seperti apa? Apakah data yang dipakai dapat menjamin kefalidannya?

Jawaban: program CSR berkelanjutan adalah program yang tetap berjalan walaupun tanpa pengawasan langsung. Jadi meskipun perusahaan sudah tidak ikut serta namun kegiatan CSR tetap berlangsung.

Jawaban: informasi yang dipakai adalah informasi yang diberikan oleh media massa. Namun informasi tersebut hanya untuk membandingkan antara yang diinformasikan perusahaan dengan informasi yang diberikan media massa.

 

 

 


Sabtu, 25 Oktober 2008, Sessi III-C (Pukul: 13.45 Wib – 16.00 Wib)

 

I.              Pembicara :

1)     Bambang Sulistyono (Fakultas Ekonomi, UPN ”Veteran” Yogyakarta)

2)     Hedwigis Esti (STIE Perbanas Jakarta)

3)     Didi Nuryadin (Fakultas Ekonomi, UPN ”Veteran” Yogyakarta)

 

II.            Moderator :

Drs Purwiyanta, M.Si

 

III.          Ruangan          :

Ruang AKT D-1 Fakultas Ekonomi

 

IV.         Pokok-Pokok Materi Yang Disampaikan:

1)     Kointegrasi Perdagangan Internasional Indonesia Periode 1993:1 – 2007:4

 

2)     Pengaruh Tingkat Bunga SBI , Nilai Tukar Rupiah Per-Dollar AS, dan Tingkat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Periode Januari 2005 – Desember 2007

 

3)     Nilai Tukar Riil dan Fundamental Ekonomi: Studi Empiris 5 Negara Anggota ASEAN

 

 

V.           Sesi Tanya Jawab / Diskusi:

1)     Nama : Rini Dwi Astuti

Asal   : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

 

a)     Pengaruh kurs terhadap IHSG berpengaruh positif ada penelitian lain negatif signi, tergantung data yang digunakan, maka depresiasi kursnya turun entri datanya yang berubah ?

b)     Kemajuan teknologi diproksi dengan apa?

 

Jawaban:

a)     Karena mayoritas Indonesia adalah impor jadi menimbulkan tidak signifikan.

b)     Sangat tergantung banyak hal tapi harus disadari masuknya secara simultan sehingga mendorong apresiasi.Tidak ada literatur yang mengatakan FDI harus dikurangi.

 

2)     Nama : Jamzani Sodik

Asal    : FE UPN “Veteran” Yogyakarta

a)     Salah satu variabel yang digunakan adalah inflasi. Secara parsial tidak signifikan kenapa? Meksnisme nya bagaimana?

b)     Resesi dimulai dari krisis pasar modal. Dalam FDI dalam jangka pendek harus dikurangi. Bagaimana menurut Anda?

c)      Jika ekspor naik maka entri naik, ada apa dengan ekspor?

 

Jawaban :

a)           masalah kurs dengan IHSG adalah positif signifikan berarti kalau kurs turun IHSG turun faktanya memang begitu.

b)           Banyak proksi yang dibutuhkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: